Sudah kurang lebih 2 tahun meninggalkan Bandung, akhirnya balik lagi deh.
Demi tugas, terpaksa meninggalkan (calon) anak dan istri.
Bismillah…
Still a Long Way To Go
21
Jan
Sudah kurang lebih 2 tahun meninggalkan Bandung, akhirnya balik lagi deh.
Demi tugas, terpaksa meninggalkan (calon) anak dan istri.
Bismillah…
18
Nov
Aaarrrggh… Celana hujan ku nyangkut di plat nomor motor sebelah, sobek!!!
Mana baru nyampe kantor pula. Hadohh… Mudah-mudahan nanti pas pulang ga hujan, bisa basah kuyup dah. Pake jas hujan yang masih bagus aja bisa tembus, gimana yang udah sobek. Sigh…
Ada rekomendasi jas hujan yang bagus ga? Jangan kayak yang di blog ini ya, 500 ribu, whew… over budget!!!
Jas hujan yang sekarang lumayan bagus sih, udah setahun ga bermasalah. Cuma ya itu, pagi ini sobek gara-gara nyangkut. Hadoh…
~Siap melaksanakan program penghematan biar bisa beli jas hujan baru.~
2
Oct
bow wrong car card two are
hang up they gent they law
none next saw dare two are
g-g near think all do are
And that, my friend, is how a bule tried to sang the “Burung Kakatua” song.
30
Sep
So far, baru sampai level Facebook message. Maklum, ga punya twitter. Facebook juga ga pernah pasang status
Sumber gambar: lupa.
30
Jul
Cukup banyak teman kuliah saya yang bilang bahwa mereka menginginkan seorang dokter untuk menjadi pasangannya. Well, sampai saat ini saya amati sudah cukup banyak pasangan Elektro – Dokter yang sampai ke jenjang pernikahan, termasuk saya salah satunya. Jadi bingung, emangnya kenapa kalau punya istri / suami seorang dokter? Padahal kalau tau kerjaannya dokter, bisa-bisa stres sendiri. Mulai dari tugas yang terkadang harus siap on-call kapan pun sampai ancaman tertular penyakit (mulai dari yang ringan macam flu sampai yang berat macam HIV) akibat sering berinteraksi dengan pasien.
Kalau tanya saya kenapa milih dokter, saya jawab: lha, mana saya tau dia bakal jadi dokter. Lha wong dulu waktu SMA milihnya karena dia ya dia, bukan bakal jadi apa jadinya nanti pas kuliah. Dulu ga tau kalau istri saya itu berminat jadi dokter sampai kami cukup dekat. Tapi dipikir-pikir, saya bersyukur yang saya pilih ternyata seorang dokter.
Teman-teman saya bilang enak kalau pasangannya dokter, soalnya bisa ngerawat kalau sakit. Haduh, dasar anak elektro maunya enaknya aja. Tapi ada benarnya juga ini, dan baru kerasa kemarin ketika kaki saya sakit.
Jadi ceritanya entah bagaimana caranya salah satu jari kaki kiri saya terdapat tonjolan bernanah di beberapa tempat membuat kaki saya sakit kalau berjalan, jadinya sedikit pincang (untung nyetir motor ga keganggu karena ini). Nah, setelah bilang ke istri saya, akhirnya pulang kantor disuruh beli beberapa obat untuk mengatasi sakit saya itu.
Now, the fun starts here. Sampai di rumah, kaki saya dibersihkan dengan cairan pembersih. And, without early warning, bagian yang bernanah itu dicabut begitu saja dari kaki saya. Bare handed. YAOWW… It hurts like hell! Seriously! Tadi sudah saya sebutkan ada beberapa titik yang bernanah? Nah, semua titik itu dicabut paksa! Dang! What a painful 2 minutes.
Tapi setelah 2 menit yang penuh penyiksaan itu, alhamdulillah rasa sakitnya sedikit berkurang. Ketika saya tanya ke istri saya apa pernah dia lakukan itu ke pasiennya, dia bilang, “pernah”. Tanpa early warning? “ya pake lah”. E buset… Ternyata istriku cukup kejam padaku. Ck ck ck. (becanda ini mah). Iseng tanya lagi, gimana reaksi pasien waktu ditangani? “Yah, kadang kena tendang atau pukul karena respon si pasien”. Haduh, kasian juga ya.
Yang membuat saya bersyukur adalah penanganan cepat sehingga sakitnya kaki saya ini tidak berlarut-larut. Dari kejadian ini saya jadi berpikir, “Oh, jadi ini toh alasannya banyak yang mau punya pasangan dokter”. Well I have one (don’t need another) and I’m very thankful for that.
Eh, tapi jangan setelah baca post ini jadi pada pengen punya pasangan dokter ya. Don’t be too picky on choosing your spouse or you’ll ended unhappy.
27
Jun
Malam ini menemani istri di tempat dia bertugas di sebuah klinik 24 jam. Jangan bayangkan klinik 24 jam ini dokternya stand by di balik meja dokter selama non-stop 24 jam ya. Dokter hanya muncul saat ada pasien saja, selebihnya dihabiskan di kamar dokter (itupun kalau ada waktu untuk dihabiskan).
Kalau dilihat, sepertinya cape juga ya jadi dokter kayak begini. Setiap saat harus siap dibangunkan kalau ada pasien yang datang. Pasiennya pun bermacam-macam. Ada yang sekedar konsultasi, sampai korban kecelakaan yang perlu penanganan super cepat. Mulai dari kunjungan rumah untuk pasien yang tidak bisa dibawa ke klinik sampai membantu proses kelahiran. Jahit-menjahit luka sambil berusaha melawan rasa kantuk tampaknya sudah menjadi hal yang biasa. Hebat juga ya
Lelah pastinya. Sampai saya ga tega berbagi tempat tidur yang kecil itu. Biarkan dulu lah istri saya tidur lelap dengan nyaman selagi tidak ada pasien.
Sleep tight, my love. I’ll be here to watch over you.
5
Jan
Hari pertama kerja setelah hampir 2 minggu liburan:
Bacain (lebih tepatnya speed reading) ratusan email dari milis IA-ITB dan ITB yang mampir ke inbox gmail.
Juga, bacain lebih dari 200 blog post yang nyangkut di Google Reader.
Chating via Facebook dengan beberapa teman (Oh, gitu toh caranya chating di facebook :p ).
Dari 8.30 dan sekarang udah 15.00.
Mantap.
Produktif sekali hari ini.
Ha!
9
Nov
Saya bersumpah bahwa :
Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan.
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya.
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran.
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter.
Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan.
Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian atau Kedudukan Sosial.
Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya.
Teman sejawat akan saya perlakukan sebagai saudara kandung.
Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.
Sekalipun diancam saya tidak akan mempergunakan pengetahuan Kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan.
Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.
Hmm…
Berat juga ya.
But I believe you can do it.
Congratulations
13
Oct
Kalau sesuatu kembali ke kondisi normal, mestinya senang ya. Tapi sayangnya normalnya Jakarta ini ya jalanan kembali ramai dan macet pagi hari ini.
Kembali harus berjibaku dan berjuang di antara ratusan mobil dan motor, ditambah dengan kepulan asap kendaraan (terutama dari bus umum) yang tebal.

Kondisi lengang seperti sebelum dan seminggu setelahnya hilang tanpa jejak. Ya begitulah. Yang penting masih tetap diberi keselamatan sampai tujuan. Hehe…
Bonus Lirik: Jakarta Pagi Ini by Slank (Album Virus tahun 2000)
Pagi dingin 'gak ada sinar mentari dan langitpun terlihat gelap mendung datang lagi Dan Aku berdiri diatas gedung yg tinggi memandang Ramainya Jakarta menyambut pagi ini (*) Aku disini……sendiri Aku disini……oh sepi Mengapa aku di sini….Jakarta pagi ini Pagi sunyi 'gak ada burung bernyanyi Putih Embun pun kini telah terKontaminasi Aku seperti terbang 'gak memijak Bumi Diantara merahnya Emosi Jakarta yang s'makin Ternodai (*) Aku disini Walau apa yang terjadi sampai aku mati Tempatku bukan di sini Jakarta … Jakarta … pagi ini (*)
Gambar diambil tanpa izin dari sini. Thank you.
Tags: jakarta
6
Oct
254 Total visits
58 Posts
18 Comments
Top post:
Begitulah keadaannya. Jauh lebih baik daripada sewaktu blog ini berumur 2 bulan. Pastinya jauh lebih baik. Kalau ga, termasuk orang yang merugi dong
Tapi statistik yang bikin kaget itu perubahan Google Page Rank (PR) blog ini yang meningkat dari 0 (nol, null, zero, nothing) sebelum lebaran menjadi 2 (dua, two, deux). Wow! Kok bisa? Ga tau. Tanya mbah Google aja kenapa bisa tiba-tiba naik dua peringkat.
Apa untungnya PR naik? Ga tau juga. Dari dulu juga ga terlalu mikirin masalah PR ini. Baru ngelirik PR ini setelah ikutan Paid Review. Maklum saja, yang ngebayar kami-kami para reviewer (pemula) ini biasanya mengharuskan blognya punya PR yang lumayan. Kalau ga, ya mereka ga ngasih kerjaan dah, kayak nasibnya blog ini selama ini. Kkkkk..
Katanya sih mesti pake teknik Search Engine Optimation (SEO) biar PR blog bisa cepet naik. Tapi entahlah, males belajarnya. Jadi nulis aja semua yang pengen di tulis, meskipun pada perkembangannya blog ini melenceng dari tujuan semula tapi ga pa pa deh, yang penting masih ada ilmu yang bisa dibagi-bagi. Huehehe…
Lanjut, dalam rangka ulang bulan yang ke-5 blog ini, saya putuskan mengganti theme dengan yang lebih segar. Nama theme-nya Coffee Desk yang bisa di unduh di sini.
Yah, mudah-mudahan masih semangat bagi-bagi pengetahuan di sini. Masih pengen belajar banyak sebenernya. Pengen coba Oracle dan lanjutin lagi tentang DirectX. Doakan saya tetap semangat belajar. Hehe…
Additional: untuk ngecek PR, sila liat di sini.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Mar | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||