Bingung sama operator-operator seluler di Indo ini. Kok mereka bisa-bisanya ya banting harga sebanting-bantingnya kayak sekarang ini?
Ada yang Rp. 0.5 per detik. Ada yang Rp. 0.1 per detik. Malah lebih gila lagi, ada yang Rp. 1 per nelpon! Whew…
Jadi mikir, apa untungnya ya mereka pasang tarif rendah banget kayak gitu. Ok lah, kalau untuk tarif per detik mungkin masih bisa ambil keuntungan sedikit, tapi untuk yang satu tarif per panggilan?
Seorang teman pernah cerita kalau dia pernah menelpon selama 3 jam non-stop dan biaya yang harus dia keluarkan cuma Rp. 1 itu. Waks.. Kayaknya kalau dilihat dari perhitungan ekonomi manapun tarif Rp. 1 untuk 3 jam percakapan rasanya operatornya bakal rugi deh. Itu baru dari 1 pelanggan, kalau dari puluhan atau ribuan pelanggan? Apa ga tekor itu operator? Padahal ada biaya yang mesti dikeluarkan oleh operator setiap kali ada pelanggan melakukan panggilan. Iya toh? Teman-teman di operator mungkin bisa menjelaskan biaya-biaya ini.
AFAIK, indikator kinerja operator yang tidak berkaitan langsung dengan duit adalah jumlah pelanggan dan Minute of Usage (MoU). FYI, MoU adalah lama rata-rata seorang pelanggan melakukan percakapan. Memang, dengan perang tarif yang seperti sekarang ini jumlah pelanggan dan terutama MoU akan meningkat drastis. Tapi, tetap saja, secara finansial apa untungnya ya?
Kalau boleh sedikit sotoy (sok tahu
), mungkin para operator berharap, dengan promo banting harga ini, pelanggan akan terbiasa melakukan percakapan dengan waktu yang lama, sehingga diharapkan sewaktu tarif kembali normal kebiasaan itu tidak hilang, jadi operator bisa menangguk untung dari situ. Gimana kira-kira analisis sotoy itu?
Ya ya, saya tau. Mestinya sebagai konsumen ga perlu pusing-pusing mikirin kayak beginian. Toh, konsumen ga dibebankan kewajiban memikirkan keuangan perusahaan-perusahaan itu. Tinggal pake yang harganya lagi paling murah, beres dah. Masa bodo dengan churn rate yang tinggi. Yang penting harga murah.
Lha terus, kenapa nulis ini? Yah, beginilah nasib karyawan yang tidak dikaryakan secara optimal oleh perusahaannya. Jadi banyak waktu luang untuk nulis hal-hal macam ini
Note: ga nemu gambar promo dari Indosat di sekeliling tulisan ini? Tenang, bukan berarti Indosat ga ngikut-ngikut banting harga, tapi karena beberapa hari ini website-nya bermasalah. Kemarin sama sekali ga bisa diakses. Hari ini cuma berhasil masuk halaman depan, tapi ga ada link yang bisa di-klik. Jadi, gambarnya seadanya aja ya
Yah.. kenapa tampilannya jadi ancur gini ya? Padahal di editornya dah bagus. Aneh nih…