Lets review the list:
- Backup partisi Ubuntu 9.04: Checked! G4L works flawlessly. Partisi 20GB di backup dalam waktu sekitar 13 menit (menurut log dari G4L). Mudah-mudahan ga ada masalah ketika di-extract nanti kalau dibutuhkan Tadi saya sudah coba extract ternyata berhasil!
- Install ulang Windows Vista: Checked! Vista bener-bener lambat ya, masih kosong aja lambat bener. Untungnya Vista ini cuma formalitas aja, kerjaan bisa dilakukan di Ubuntu.
- Menunggu CD pesenan Ubuntu 9.10: Not checked! Masih lama ini mah keliatannya. Mau nunggu udah keburu gatel pengen nyoba Koala, yo wis akhirnya pertengahan minggu lalu download Koala dari server Kambing, bikin Live USB nya (males nge-burn CD
), install deh. Fresh install!
Bingung sama Ubuntu, 15 menit aja instalasi udah selesai. Cepet amat ya. Windows XP aja yang sama-sama installernya segede ukuran CD butuh waktu 1 jam, kok ini bisa ya cuma 15 menit. Atau itu Windowsnya yang ga efisien ya?
Review tentang si Koala ga perlu ditulis disini kali ya, lebih baik lihat di Planet Ubuntu Indonesia, disana postingannya belakangan ini rata-rata review tentang Koala.
Saya tulis saja beberapa kendala atau hambatan atau keraguan yang saya temui sepanjang proses instalasi dan setelah instalasi:
- Ext4 atau Ext3 ? Bingung pilih filesystem yang mana untuk Ubuntu ini. Bingung karena sama sekali ga ngerti perbedaannya. Akhirnya tanpa pertimbangan, saya pilih Ext4. Efeknya apa? Ga tau. Tapi sampai saat ini Ubuntu masih tetap berjalan dengan lancar.
- Modem Bandluxe C270 yang sempat tidak bekerja semestinya. Prosesnya saya samakan dengan di Jaunty: Eject drive Bandluxe C270 agar fungsi modemnya terdeteksi sistem. Memang berhasil terdeteksi dan berhasil menampilkan lambang connect, tapi sama sekali ga bisa browsing internet. nge-ping aja ga bisa. Awalnya saya berpikir mungkin karena Ext4? Soalnya di Jaunty saya gunakan Ext3, bekerja sempurna. Setelah menimbang untuk install ulang, ternyata modemnya bekerja dengan baik. Aneh ini, padahal belum setting apa-apa dan sebelumnya sudah restart berkali-kali tapi tetap tidak ada perubahan. Yo wis, case closed, meskipun ga tau apa penyebabnya.
- Empathy. Empathy ini pengganti Pidgin sebagai chat messenger default dari Ubuntu. Sampai saat ini saya belum menemukan cara agar Empathy bisa connect. Pilihan yang ada disana cuma untuk memasukkan username dan password, tapi setelah itu tidak terjadi apa-apa. Pusing, akhirnya saya install Pidgin seperti pada Ubuntu Jaunty
sudo apt-get install pidgin - Evolution Mail. Tadinya mau jadiin Evolution Mail ini default e-mail client, tapi ternyata lambat. Jadi install lagi Mozilla Thunderbird. Empathy dan Evolution langsung saya uninstall, buang-buang resource.
sudo apt-get install thunderbird - Notification balloon-nya mengganggu! Hilangnya lama banget, ga kayak Jaunty yang cuma muncul sebentar. Udah gitu pas mouse hover dia ga hilang, tapi cuma lebih transparan dan membuat waktu hidupnya jadi lebih lama. Benar-benar mengganggu. Gimana cara configure si balloon ini ya?
Fresh install pegel juga ya, mesti install satu persatu program. Mungkin ga jadi masalah kalau internetnya cepat, lha ini internet pas-pasan. Untungnya sudah ada beberapa program yang pernah di-download source-nya, jadi ga perlu pake aptitude.
My most subjective opinion: so far, enakan Jaunty, entah kenapa. Mungkin belum terbiasa. We’ll see…
Related Articles
1 user responded in this post
[...] biar postingannya lumayan berbobot, tambahin deh. Masih ingat daftar beberapa keluhan tentang si Karmic Koala? Nah, untuk poin tentang notification balloon yang posisinya berantakan, [...]
Leave A Reply